Unsur-Unsur Periode Keempat

Definisi : Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.

Unsur
Nomor Atom
Konfigurasi Elektron
Orbital
3d 4s
Skandium (Sc) 21 (Ar) 3d1 4s2
á

áâ 

Titanium (Ti) 22 (Ar) 3d2 4s2
á á

áâ

Vanadium (V) 23 (Ar) 3d3 4s2
á á á

áâ

Krom (Cr) 24 (Ar) 3d5 4s1

á

á

á

á

á

á

Mangan (Mn) 25 (Ar) 3d5 4s2
á á á á á

áâ

Besi (Fe) 26 (Ar) 3d6 4s2
áâ á á á á

áâ

Kobalt (Co) 27 (Ar) 3d7 4s2
áâ áâ á á á

áâ

Nikel (Ni) 28 (Ar) 3d8 4s2
áâ áâ áâ á á

áâ

Tembaga (Cu) 29 (Ar) 3d10 4s1
áâ áâ áâ áâ áâ

á

Seng (Zn) 30 (Ar) 3d10 4s2
áâ áâ áâ áâ áâ

áâ

Konfigurasi elektron Cr bukan (Ar) 3d4 4s2 tetapi (Ar) 3d5 4s1. Demikian halnya dengan konfigurasi elektron Cu bukan (Ar) 3d9 4s2 tetapi (Ar) 3d10 4s1. Hal ini berkenaan dengan kestabilan orbitalnya, yaitu orbital-orbital d dan s stabil jika terisi penuh, bahkan 1/2 penuh pun lebih stabil daripada orbital lain.

Sifat Periodik
Biologi Kelas 3 > Unsur-Unsur Periode Keempat
251

< Sebelum Sesudah >

 

UNSUR  21Sc 22Ti 23V 24Cr 25Mn 26Fe 27Co 28Ni 29Cu 30Zn
Konfigurasi Elektron [Ar] 3d1 4s2 [Ar] 3d2 4s2 [Ar] 3d3 4s2 [Ar] 3d5 4s1 [Ar] 3d5 4s2 [Ar] 3d6 4s2 [Ar] 3d7 4s2 [Ar] 3d8 4s2 [Ar] 3d10 4s1 [Ar] 3d10 4s2
Massa jenis (g/mL) keelektro-negatifan

Antara 3.4 – 8.92 (makin besar sesuai dengan arah panah)
——————————————————–>
Antara 1.3 – 1.9 (makin besar sesuai dengan arah panah)

Bilangan oksidasi
0;3
0;2; 3;4
0;2;3;
4;5
0;2; 3;6
0;2;3;
4;6;7
0;2;3
0;2;3
0;2;3
0;1;2
0;2
Titik lebur
(oC)
Di atas 1000oC (berbentuk padat) 
Energi ionisasi (kJ/mol) Antara 1872 – 2705 (sukar melepaskan elektron terluarnya)
Jumlah elektron tunggal Satu Dua   Tiga Enam Lima Empat  Tiga  Dua  Satu -
Sifat para-magnetik/ fero-magnetik Sifat yang disebabkan karena adanya elektron yang tidak berpasangan
(=elektron tunggal)
Makin banyak elektron tunggalnya, makin bersifat feromagnetik
diama-gnetik
Warna ion M2+ - - Ungu Biru Merah muda Hijau muda Merah muda Hijau Biru -
Warna ion M3+ Tak ber-warna Ungu Hijau Hijau - Kuning - - - -
Ion-ion tak berwarna

Sc3+ , Ti4+ , Cu+ , Zn2+

 

Catatan :

MnO4- = ungu
Cr2O72- = jingga

 

Sifat Fisika Dan Kimia
Biologi Kelas 3 > Unsur-Unsur Periode Keempat
252

< Sebelum Sesudah >

 

UNSUR 
Oksida
Jenis oksida
Rumus Basa/Asam
24Cr
(krom)
CrO
Oksida basa
Cr(OH)2
Cr2O3
Oksida amfoter
Cr(OH)3
HCrO2
CrO3
Oksida Asam
H2CrO4
H2CrO7
25Mn
(mangan)
MnO
Oksida Basa
Mn(OH)2
Mn2O3
Mn(OH)3
MnO3
Oksida Asam
H2MnO4
HMnO4
Mn2O7
26Fe
(besi)
FeO
OKSIDA BASA
Fe(OH)2
Fe2O3
Fe(OH)3
27Co
(kobal)
CoO
Co(OH)2
Co2O3
Co(OH)3
28Ni
(nikel)
NiO
Ni(OH)2
Ni2O3
Ni(OH)3
29Cu
(tembaga
)
Cu2O
CuOH
CuO
Cu(OH)2

 

 

Unsur-Unsur Transisi Dan Ion Kompleks
Kimia Kelas 3 > Unsur-Unsur Periode Keempat
154

< Sebelum Sesudah >

 

a. Unsur Transisi Unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit pertama sebelum kulit terluar untuk berikatan dengan unsur lain

 

b. Ion Kompleks Terdiri dari Ion pusat dari Ligand

1. Ion pusat   ion dari unsur-unsur transisi dan bermuatan positif.
2. Ligand       molekul atau ion yang mempunyai pasangan elektron bebas.
Misal : Cl-, CN-, NH3, H2O dan sebagainya.
3. Bilangan koordinasi adalah jumlah ligand dalam
suatu ion kompleks.

 Antara ion pusat dan ligand terdapat ikatan koordinasi.

 

c. Daftar Ion Kompleks
1. Ion Kompleks positif :
[Ag(NH3)2]+ = Diamin Perak (I)
[Cu(NH3)4]2+ = Tetra amin Tembaga (II)
[Zn(NH3)4]2+ = Tetra amin Seng (II)
[Co(NH3)6]3+ = Heksa amin Kobal (III)
[Cu(H2O)4]2+ = Tetra Aquo Tembaga (II)
[Co(H2O)6]3+ = Heksa Aquo Kobal (III)  
2. Ion Kompleks negatif
[Ni(CN)4]2- = Tetra siano Nikelat (II)
[Fe(CN)6]3- = Heksa siano Ferat (III)
[Fe(CN)6]4- = Heksa siano Ferat (II)
[Co(CN)6]4- = Heksa siano Kobaltat (II)
[Co(CN)6]3- = Heksa siano Kobaltat (III)
[Co(Cl6]3- = Heksa kloro Kobaltat (III)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Definisi : Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dan kulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.

Unsur
Nomor Atom
Konfigurasi Elektron
Orbital
3d 4s
Skandium (Sc) 21 (Ar) 3d1 4s2
á

áâ 

Titanium (Ti) 22 (Ar) 3d2 4s2
á á

áâ

Vanadium (V) 23 (Ar) 3d3 4s2
á á á

áâ

Krom (Cr) 24 (Ar) 3d5 4s1

á

á

á

á

á

á

Mangan (Mn) 25 (Ar) 3d5 4s2
á á á á á

áâ

Besi (Fe) 26 (Ar) 3d6 4s2
áâ á á á á

áâ

Kobalt (Co) 27 (Ar) 3d7 4s2
áâ áâ á á á

áâ

Nikel (Ni) 28 (Ar) 3d8 4s2
áâ áâ áâ á á

áâ

Tembaga (Cu) 29 (Ar) 3d10 4s1
áâ áâ áâ áâ áâ

á

Seng (Zn) 30 (Ar) 3d10 4s2
áâ áâ áâ áâ áâ

áâ

Konfigurasi elektron Cr bukan (Ar) 3d4 4s2 tetapi (Ar) 3d5 4s1. Demikian halnya dengan konfigurasi elektron Cu bukan (Ar) 3d9 4s2 tetapi (Ar) 3d10 4s1. Hal ini berkenaan dengan kestabilan orbitalnya, yaitu orbital-orbital d dan s stabil jika terisi penuh, bahkan 1/2 penuh pun lebih stabil daripada orbital lain.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s