Sandi DNA Membentuk Partikel Nano Emas

Jumat, 6 Agustus 2014 – DNA mengandung sandi genetik untuk segala jenis molekul dan sifat manusia. Namun para peneliti Universitas Illinois telah menemukan kalau sandi DNA dapat membentuk struktur logam pula.

Tim ini menemukan kalau segmen DNA dapat mengarahkan bentuk partikel nano emas – kristal emas kecil yang dapat diterapkan dalam kedokteran, elektronika, dan katalisis. Dipimpin oleh Yi Lu, profesor kimia di Universitas Illinois, tim ini menerbitkan temuan mengejutkan mereka di jurnal Angewandte Chemie.

“Sintesis partikel nano tersandi DNA dapat memberi kita cara baru untuk menghasilkan partikel nano dengan bentuk dan sifat teramalkan,” kata Lu. “Penemuan demikian berpotensi berdampak pada teknologi bio-nano dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari seperti sebagai katalis, sensor, pencitraan, dan kedokteran.”

Partikel nano emas memiliki terapan yang luas pada biologi dan ilmu bahan karena sifat fisikokimianya yang unik. Sifat partikel nano emas sangat ditentukan oleh bentuk dan ukurannya, jadi penting untuk mampu merancang sifat partikel nano untuk terapan tertentu.

“Kami bertanya apakah kombinasi barisan DNA berbeda dapat memiliki ‘sandi genetik’ untuk mengarahkan sintesis bahan nano dengan cara yang sama dengan arah sintesis protein mereka,” kata Zidong Wang, lulusan baru dari grup Lu dan pengarang perdana makalah ini.

Partikel nano emas dibuat dengan merajut benih emas kecil dalam larutan garam emas. Partikel ini tumbuh sebagai emas dalam larutan garam yang terendapkan ke benih. Grup Lu menginkubasi benih emas dengan segmen pendek DNA sebelum menambah larutan garam, menyebabkan partikel ini tumbuh dalam berbagai bentuk yang ditentukan oleh sandi genetik DNA.

Abjad DNA mengandung empat huruf: A, T, G, dan C. Istilah sandi genetik merujuk pada barisan huruf-huruf ini, yang disebut basa. Empat basa dan kombinasinya dapat berikatan berbeda dengan benih nano emas dan mengarahkan jalur pertumbuhan benih emas, menghasilkan berbagai bentuk.

Dalam eksperimen mereka, para peneliti menemukan kalau untaian A berulang menghasilkan partikel emas bulat kasar; T menghasilkan bintang, C menghasilkan cakram bulat lempeng; dan G menghasilkan heksagon. Lalu grup ini menguji untai DNA yang merupakan kombinasi dua basa, misalnya, 10 T dan 20 A. Mereka menemukan kalau banyak basa bersaing satu sama lain menghasilkan bentuk perantara, walaupun A selalu mendominasi T.

Selanjutnya, para peneliti berencana menyelidiki bagaimana sandi DNA mengarahkan pertumbuhan partikel nano. Mereka juga berencana menerapkan metode mereka untuk mensintesis tipe bahan nano lainnya untuk penerapan baru.

Sumber berita:

http://www.faktailmiah.com/2012/08/17/sandi-dna-membentuk-partikel-nano-emas.html

University of Illinois at Urbana-Champaign.

Referensi jurnal:

Zidong Wang, Longhua Tang, Li Huey Tan, Jinghong Li, Yi Lu. Discovery of the DNA “Genetic Code” for Abiological Gold Nanoparticle Morphologies. Angewandte Chemie International Edition, 2012; DOI: 10.1002/anie.201203716

Percobaan Kimia Sederhana | Melunakkan Kulit Telur

TUGAS TENTANG SENYAWA ORGANIK KELAS XII

oleh:dedi supardi.

Percobaan kali ini yang akan kita bahas bukan percobaan fisika, tetapi percobaan kimia sesuai judulnya percobaan kimia sederhana. Dan percobaan kali ini akan membahas soal telur yaitu melunakkan kulit telur yang tadinya kulit telur itu keras,,hehe..Nyok langsung aja kita liat . .

Alat dan Bahan :
– gelas kaca bening ( agar reaksi dapat terlihat )
– Air cuka- telur mentah

Cara Keja :
– Masukkan air cuka ke dalam gelas kaca yg bening .
– Masukkan telor ke dalamnya.
– Liat reaksinya

Hasilnya :
Terbentuk gelembung keluar dari telur.

Apa yang terjadi :
Kulit telur yg terdiri dr kalsium karbonat (CaCO3). Ketika telur dicampur dengan air cuka (CH3COOH) akan menimbulkan reaksi kimia dgn produknya berupa gas karbondioksida (CO2).

Selanjutnya biarkan telur terendam selama satu hari, lalu apakah yang terjadi ?
Yang terjadi adalah :
Kulit telur menjadi tipis dan lembut.
Hal ini terjadi karena Kalsium Karbonat yang terkandung dalam kulit telur terkikis habis, sehingga yang tersisa hanyalah lapisan luar dari putih telur.

sumber:kir-31.blogspot.com

Mengajar/Belajar Kimia Tanpa Eksperimen

Di Indonesia belajar kimia tanpa praktikum kadang (atau sudah lazim) dilakukan . Lho bagaimana bisa? Kok kelihatannya hebat bener?! Padahal kata Chemistry jika dipenggal menjadi Chem-Is-Try, kimia tidak bisa dikatakan kimia jika tanpa eksperimen (Try). Bahkan ilmu kimia juga lahir dari eksperimen kemudian muncul-lah teori-teori kimia.

 

Di pelosok bahkan di perkotaan juga bisa terjadi bahwa belajar kimia tanpa eksperimen. Alasannya klasik, karena:

  1. tidak tersedianya laboratorium,
  2. tidak tersedianya alat-alat praktikum,
  3. tidak tersedianya bahan kimia yang diperlukan,
  4. tidak adanya guru kimia,
  5. guru kimia yang ada tidak mau membimbing praktikum.

Wah kok yah ada sekolah yang ada mata pelajarannya kimia tidak memiliki seperti list di atas itu? Siapa yang mesti bertanggung jawab sih kok ada sekolah SMA tanpa sarana pembelajaran yang diperlukan.

Untuk alasan 1,2,3,4, kalau itu sekolah negeri tanggung jawab ada pada departemen pendidikan, melalui dinas di daerah mengapa mendirikan sekolah tanpa fasilitas yang diperlukan. Bahkan sampai ada suatu sekolah yang sudah bertahun-tahun berdiri dan membuka program IPA tapi tidak memiliki sarana yang diperlukan. Kalau sekolah swasta saya tidak tahu, mestinya yah pemerintah juga.

Ketidaktersediaan laboratorium sebenarnya bisa diantisipasi untuk dilakukan demo di dalam kelas. Ketidaktersediaan alat-alat praktikum bisa dicarikan alternatif yang memingkinkan. Ketidaktersediaan bahan kimia bisa dicarikan alternatif juga. Meskipun ada beberapa praktikum yang tidak mungkin dicarikan alternatif pengganti alat dan bahan-nya.

Memang sepertinya pemerintah kadang terkesan kurang serius mengurusi persekolahan. Suatu ketika ada sekolah yang sudah dibangunkan lab tapi alat dan bahan tidak disediakan atau sebaliknya. Bahkan keadaan seperti itu sampai sekian tahun tidak ada perubahan. Yang lebih para sampai ada di suatu SMA tidak memiliki guru kimia bertahun-tahun. Ini seperti yang terjadi di sekolah saya dulu, kakak-kakak kelas sampai lulus SMA belum pernah melakukan praktikum padahal alat bahan tersedia. Beruntung saat saya kelas 3 sempat memanfaatkan laboratorium karena guru kimia telah ada.

Untuk yang terakhir, guru kimia yang ada tidak mau membimbing praktikum alasan guru tersebut macam-macam meskipun sarana ada. Saya kadang juga begitu.

Alasannya malas… masuk lab ribet, tidak ada hasil. Ini mungkin juga yang banyak dijadikan alasan oleh kebanyak guru kimia. Kalaupun ada yang komentar guru seperti itu guru tidak profesional, pasti guru itu akan balas ngomong “bodo’ah”. Jadi tergantung komitmen guru saja.

Pilihan jadi guru kimia bukanlah paksaan. Kondisi yang kurang kondusif-lah yang sering jadi kambing hitam. Penghargaan terhadap profesionalitas selama ini tidaklah pernah ada. Mungkin kuwatir terkotak-kotak antara guru eksak dan guru no eksak sehingga sistem “penggajian” semua guru sama. Ini bukan berarti guru kimia tidak mampu membimbing, sebab selama kuliah S-1 pengalaman dan pengetahauan tentang kelaboratoriuman meraka tahu persis.

Menurut pengalaman saya selama jadi siswa SMA selama 3 tahun, 2 tahun pelajaran diajar oleh guru bukan asli guru kimia dan 1 tahun terakhir diajar guru kimia, untuk mengikuti perkuliahan kimia ternyata tidak terlalu sulit untuk beradaptasi dengan laboratorium. Demikian pula teman kuliah saya yang belum pernah masuk laboratorium sama sekali selama SMA, adaptasi untuk laboratorium cukup 1 semester awal, selanjutnya lancar tidak ada masalah. Jadi di sini pembiasaan praktikum di lab tidak mesti bisa saat di SMA. Ini yang juga dialami oleh kakak kelas di SMA dulu yg tidak pernah mengenyam laboratorium kimia, ternyata sekarang mengajar kimia. Malah dia sadar akan pentingnya eksperimen untuk menguatkan konsep kimia.

Lalu apakah ini bisa disimpulkan bahwa belajar kimia di SMA tidak mesti masuk laboratorium, tanpa eksprimen?

 

 

PENDIDIKAN KARAKTER PADA PELAJARAN KIMIA

PENDIDIKAN KARAKTER PADA PELAJARAN KIMIA

OLEH; DEDI SUPARDI

Proses pengembangan nilai-nilai yang menjadi landasan dari karakter itu menghendaki suatu proses yang berkelanjutan, dilakukan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum (kewarganegaraan, sejarah, geografi, ekonomi, sosiologi, antropologi, bahasa Indonesia, IPS, IPA, matematika, agama, pendidikan jasmani dan olahraga, seni, serta ketrampilan). Dalam mengembangkan pendidikan karakter bangsa, kesadaran akan siapa dirinya dan bangsanya adalah bagian yang teramat penting. Kesadaran tersebut hanya dapat terbangun dengan baik melalui sejarah yang memberikan pencerahan dan penjelasan mengenai siapa diri bangsanya di masa lalu yang menghasilkan dirinya dan bangsanya di masa kini. Selain itu, pendidikan harus membangun pula kesadaran, pengetahuan, wawasan, dan nilai berkenaan dengan lingkungan tempat diri dan bangsanya hidup (geografi), nilai yang hidup di masyarakat (antropologi), sistem sosial yang berlaku dan sedang berkembang (sosiologi), sistem ketatanegaraan, pemerintahan, dan politik (ketatanegaraan/politik/ kewarganegaraan), bahasa Indonesia dengan cara berpikirnya, kehidupan perekonomian, ilmu, teknologi, dan seni. Artinya, perlu ada upaya terbsan kurikulum berupa pengembangan nilai-nilai yang menjadi dasar bagi pendidikan budaya dan karakter bangsa. Dengan terbsan kurikulum yang demikian, nilai dan karakter yang dikembangkan pada diri peserta didik akan sangat kokoh dan memiliki dampak nyata dalam kehidupan diri, masyarakat, bangsa, dan bahkan umat manusia.

Pendidikan budaya dan karakter bangsa dilakukan melalui pendidikan nilai-nilai atau kebajikan yang menjadi nilai dasar budaya dan karakter bangsa. Kebajikan yang menjadi atribut suatu karakter pada dasarnya adalah nilai. Oleh karena itu pendidikan budaya dan karakter bangsa pada dasarnya adalah pengembangan nilai-nilai yang berasal dari pandangan hidup atau ideologi bangsa Indonesia, agama, budaya, dan nilai-nilai yang terumuskan dalam tujuan pendidikan nasional.

•       Jujur

•       Peduli lingkungan

•       Senang membaca

•       Kritis

•       Kreatif

•       Toleran

•       Peduli sosial

•       Religius

•       Disiplin

•       Komunikatif

•       Mandiri

•       Peduli sosial

•       Cinta tanah air

•       Cinta damai

SK/KD, Nilai, dan Indikator SMA

Mata Pelajaran Standar Kompetensi Kompetensi Dasar Nilai Indikator Berdasarkan Jenjang Kelas
10 – 12
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN (PKn) Memahami hakikat bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia Mendeskripsikan hakikat bangsa dan unsur-unsur terbentuknya Negara Rasa kebangsaan Mengungkapka perasaan terbaiknya yang menyatakan bahwa bangsa Indonesia tebentuk karena ada persamaan sejarah, kepentingan dan tujun antara suku-suku bangsa menjadi sebuah bangsa untuk membentuk sebuah Negara.
Rasa ingin tahu Menunjukkan pengkajian yang serius terhadap bentuk pemerintahan Indonesia yang memilih republic dan bukannya kerajaan.
Semangat kebangsaan Memiliki sikap yang jelas bahwa NKRI ada karena rasa kebangsaan dan persatuan bangsa
Menjelaskan pengertian, fungsi dan tujuan NKRI Semangat kebangsaan
  • Memiliki sikap yang jelas bahwa NKRI ada karena rasa kebangsaan dan persatuan bangsa
  • Memilih untuk membela Negara jika dihadapkan pada situsi yang menempatkan Negara dalam bahaya.
Menampilkan sikap positif terhadap sistem hukum dan peradilan nasional Mendeskripsikan pengertian sistem hukum dan peradilan nasional Disiplin Memecahkan persoalankelas/sekolah yang didasari oleh aturan dan tata tertib sekolah.
Menganalisis lembaga-lembaga peradilan Rasa ingin tahu Melakukan pengkajian dan pengumpulan informasi serta laporan
singkat tentang kegiatan lembga – lembaga peradilan di Indonesia
Partisipasi Menggiatkan simulasi pelaksanaan pengadilan di sekolah
MATEMATIKA Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat, akar, dan logaritma Menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma. Teliti Bekerja secara teratur, rinci dan tertib dalam menggunakan aturan pangkat, akar, dan logaritma
Pantang Menyerah Terus mencoba menerapkan aturan pangkat, akar, dan logaritma
Melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma. Teliti Cermat dalam melakukan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma.
Pantang Menyerah Berusaha dengan gigih dalam mempertahankan pendapat yang berkaitan dengan manipulasi aljabar dalam perhitungan yang melibatkan pangkat, akar, dan logaritma.
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan fungsi, persamaan dan fungsi kuadrat serta pertidaksamaan kuadrat Memahami konsep fungsi Teliti Rapi dalam menyajikan jawaban terhadap sal yang berkaitan dengan pemahaman konsep fungsi
Menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat Teliti Selalu mengecek ulang segala pekerjaan yang telah dilakukan berkaitan dengan penggambaran grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat.
Tekun Tidak terpengaruh oleh keadaan lingkungan pada waktu menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat.
Jujur Terus berupaya menggambar grafik fungsi aljabar sederhana dan fungsi kuadrat secara benar
KIMIA Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia Memahami struktur atom berdasarkan teri atom Bohr, sifat-sifat unsur, massa atom relatif, dan sifat-sifat periodik unsur dalam tabel periodik serta menyadari keteraturannya, melalui pemahaman konfigurasi elektron Kritis Mengajukan pemikiran kritis dalam diskusi tentang keteraturan dalam system periodik unsur
Rasa ingin tahu Mencari informasi lebih lanjut tentang fenomena keteraturan dalam unsur di alam
Religius Menunjukkan kesadaran bahwa keteraturan dalam alam disebabkan oleh Tuhan penciptanya
Disiplin Menunjukkan kesadaran bahwa disiplin merupakan satu cara untuk mempertahankan keteraturan alam
Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik unsur, dan ikatan kimia Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kordinasi, dan ikatan logam hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk Kritis Mengajukan pemikira kritis dalam diskusi tentang pembentukan ikatan kovalen, ion, kordinasi
Komunikatif Menggunakan bahasa yang komunikatif dalam kelompok untuk mengungkapkan gagasan
Menghargai Memberi kesempatan kepada anggota kelompok diskusi untuk mengajukan pendapat
Memahami hukum-hukum dasar kimia dan penerapannya dalam perhitungan (stikiometri) Mendeskripsikan tata nama senyawa anorganik dan organik sederhana persamaan reaksinya Rasa ingin tahu Menunjukkan usaha yang keras untuk memperoleh informasi tentang tatanama senyawa kimia
Senang membaca Mencari sumber informasi/bacaan lain untuk memperoleh informasi tambahan tentang tatanama senyawa kimia
Jujur Melaporkan hasil percobaan berdasarkan data hasil percobaan
Menghargai Memberikan kesempatan kepada teman lain untuk mengajukan pendapat dan mengmentarinya dengan santun
FISIKA Menerapkan konsep besaran fisika dan pengukurannya Mengukur besaran fisika (massa, panjang, dan waktu) Senang membaca. Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami makna standar , bertanya lebih dalam, bertanya pada ahli.
Jujur Melakukan eksperimen untuk pengukuran panjang, massa dan waktu
Melakukan eksperimen secara benar, cermat , teliti, taaat azaz, hati-hati menjaga keslaamatan kerja.
Melakukan penjumlahan vektor Jujur Melaporkan hasil eksperimen secara benar (jujur) baik lisan maupun tulisan dengan aturan ilmiah yang benar
Rasa ingin tahu Mengamati fenomena untuk mengetahui konsep penjumlahan besaran vektor.
Kerja keras Bekerja secara optimal, Meyelesaikan pekerjaan pada waktunya
Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Menganalisis besaran fisika pada gerak dengan kecepatan dan percepatan konstan Rasa ingin tahu Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami konsep gerak, bertanya lebih dalam, bertanya pada ahli.
Peduli lingkungan Melakukan eksperimen secara benar, cermat, teliti, taat azaz, hati-hati, dan menjaga keselamataan kerja.
Toleran Bekerjasama dalam kelompok, bertanggung jawab dalam kelompok
Menganalisis besaran fisika pada gerak melingkar dengan laju konstan Jujur Melaporkan hasil eksperimen secara benar (jujur) baik lisan maupun tulisan dengan aturan ilmiah yang benar.
Kerja keras Bekerja secara optimal, meyelesaikan pekerjaan pada waktunya
Menerapkan konsep dan prinsip dasar kinematika dan dinamika benda titik Menerapkan Hukum Newton sebagai prinsip dasar dinamika untuk gerak lurus, gerak vertikal, dan gerak melingkar beraturan Rasa ingin tahu Mengamati fenomena untuk mengetahui keberlakukan Hukum I, II dan III Newton
Senang membaca Mencari informasi lebih dari berbagai sumber (internet) untuk memahami konsep Hukum Newton, bertanya lebih dalam, bertanya pada ahli.
Kreatif Menemukan kasus-kasus yang menarik terkait dengan penerapan hukum Newton
Menerapkan prinsip kerja alat-alat optik Menganalisis alat-alat optik secara kualitatif dan kuantitatif Rasa ingin tahu Mengamati fenomena untuk mengetahui keberlakuan pentingya alat-alat optik bagai kebutuhan hidup manusia.
Jujur Melakukan eksperimen secara benar, cermat, teliti, taat azat, hati-hati, dan menjaga keselamataan kerja
Kreatif Membuat teropong, teleskope, kamera pinhll
Menerapkan alat-alat optik dalam kehidupan sehari-hari Disiplin. Melakukan eksperimen secara benar, cermat, teliti, taat azat, hati-hati, dan menjaga keselamataan kerja
Kreatif Menampilkan hasil arya dalam kegiatan pameran
BIOLOGI Memahami hakikat biologi sebagai ilmu Mengidentifikasi ruang lingkup biologi Ingin tahu Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru, buku, dan pengamatan) tentang ruang lingkup biologi
Kerja keras Menunjukkan upaya mempelajari sumber-sumber acuan/bacaan yang relevan untuk mengidentifikasi ruang lingkup biologi
Senang membaca Melaporkan hasil kajian buku teks dan pustaka lainnya secara antusias dalam mengidentifikasi ruang lingkup biologi
Mendeskripsikan bjek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan (mlekul, sel, jaringan, organ, individu, populasi, ekosistem, dan bima) Kerja keras Menunjukkan upaya mempelajari sumber-sumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat rganisasi kehidupan
Ingin tahu Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang tahapan perkembangan manusia
Memahami prinsip-prinsip pengelompokan makhluk hidup Mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan Kerja keras Menunjukkan upaya mempelajari sumber-sumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan
Ingin tahu Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang ciri-ciri, replikasi, dan peran virus dalam kehidupan
Peduli lingkungan Mengemukakan pendapat/ saran positif tentang upaya menghindari penyebaran virus flu di dalam kelas
Mendeskripsikan ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan Kerja keras Menunjukkan upaya mempelajari sumber-sumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria dan peranannya bagi kehidupan
Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah Kerja keras Menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengkaitkan fakta hasil pengamatan dengan sumber acuan/pustaka untuk menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah
Membuat produk daur ulang limbah Kreatif Membuat produk baru dari daur ulang limbah yang bermanfaat, menarik dan bernilai ekonomi
Jujur Tidak meniru/menyontek desain produk daur ulang limbah teman yang lain
Mandiri Menyelesaikan masalah sendiri yang berkaitan dengan pembuatan produk daur ulang limbah
Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Mendeskripsikan komponen kimiawi sel, struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan Kerja keras Menunjukkan upaya mempelajari sumber-sumber acuan/bacaan yang relevan untuk mendeskripsikan komponen kimiawi sel, struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan
Ingin tahu Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru dan buku) tentang komponen kimiawi sel, struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan
Mengidentifikasi organela seltumbuhan dan hewan Ingin tahu Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru, buku, dan pengamatan) tentang organela sel tumbuhan dan hewan
Kerja keras Menunjukkan upaya mempelajari sumber-sumber acuan/bacaan yang relevan untuk mengidentifikasi organela sel tumbuhan dan hewan
Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transport aktif, endositsis, eksositsis) Ingin Tahu Mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (guru, buku, dan pengamatan) tentang perbedaan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmsis, transport aktif, endositsis.
Kerja keras Menunjukkan upaya yang sungguh-sungguh dalam mengkaitkan fakta dengan sumber acuan/pustaka untuk mengidentifikasi mekanisme transpor pada membran (difusi, osmsis, transport aktif, endositsis, ekossitsis)
BAHASA INGGRIS Memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal resmi dan berlanjut (sustained) dalam konteks kehidupan sehari-hari Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional (toget things done) daninterpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks  kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan, bertemu/berpisah, menyetujui ajakan/tawaran/ undangan, menerima janji, dan membatalkan janji Rasa ingin tahu Merespon isi percakapan dua orang peserta didik yang melibatkan tindak/ujaran menerima/
Persahabatan Mendengarkan percakapan antara dua orang yang saling berkenalan agar peserta didik mempraktekkan persahabatan dan kepedulian sosial
Merespon makna yang terdapat dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi yang menggunakan ragam bahasa lisan sederhana secara akurat, lancar dan berterima dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: mengungkapkan perasaan bahagia, menunjukkan perhatian,  menunjukkan simpati, dan memberi instruksi Persahabatan Mendengarkan percakapan duao rang yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan bahagia, menunjukkan perhatian, menunjukkan simpati, atau menerima instruksi agar peserta didik dapat mempraktekkan persahabatan, toleransi, dan peduli sosial
Peduli sosial Merespon isi percakapan yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan bahagia, menunjukkan perhatian, menunjukkan simpati, atau menerima instruksi agar peserta didik dapat mempraktekkan persahabatan, toleransi, peduli sosial, rasa ingin tahu
Merespon maknadalam teks monolog sederhana yang menggunakan ragam bahasa lisan secara akurat, lancar dalam berbagai kehidupan sehari-hari narrative, dan porcedure Peduli lingkungan Mendengarkan monolog lisan tentang peristiwa alam agar peserta didik dapat menujukkan peduli lingkungan dan rasa
Jujur Merespon ceritera tentang tokoh yang menggambarkan kejujuran, kerja keras, disiplin agar peserta didik dapat menunjukkan nilai kejujuran, kerja keras, dan disiplin
Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal dalam konteks kehidupan sehari-hari Mengungkapkan makna dalam percakapan transaksional (to get things done) dan interpersonal (bersosialisasi) resmi dan tak resmi secara akurat, lancar dan berterima dengan menggunakan ragam bahasa lisan sederhana dalam konteks kehidupan sehari-hari dan melibatkan tindak tutur: berkenalan, bertemu/ berpisah, menyetujui ajakan/tawaran/ undangan, menerima janji, danmembatalkan janji
GEOGRAFI Menganalisis gejala alam fisik dan perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Menyimpulkan hakekat geografi Rasa ingin tahu Mencari pengertian dan ruang lingkup Geografi dari sumber lain (RIT) Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmu-ilmu lain (RIT)
Mencari pengertian dan ruang lingkup Geografi dari sumber lain (RIT)Menanyakan hubungan antara Geografi dengan ilmu-ilmu lain (RIT)
Mengemukakan pendapat mengenai ciri-ciri wilayah tempat tinggalnya (RIT)
Menafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra Rasa ingin tahu Bekerja sama dengan teman sekelas yang berbeda desa/kelurahan untuk menggambar peta kabupaten setempat (SK)
Menganalisis gejala alam fisik dan Perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Menyimpulkan hakekat geografi Rasa ingin tahu Mencari pengertian dan ruang lingkup geografi dari sumber lain (RIT)Menanyakan hubungan antara geografi dengan ilmu-ilmu lain (RIT)
Mengemukakan pendapat mengenai ciri-ciri wilayah tempat tinggalnya (RIT)
Menafsirkan pla dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai peta dan media citra Rasa ingin tahu Bekerjasama dengan teman sekelas yang berbeda desa/kelurahan untuk menggambar peta kabupaten setempat (SK
Semangat kebangsaan Menanyakan global warming dalam kaitannya dengan iklim di Indonesia (RIT)
Menganalisis gejala alam fisik perkembangan bentuk muka bumi serta pelestariannya Memprediksi perubahan dinamika atmosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Jujur Melaporkan hasil pengamatan mengenai data kerusakan pada saat terjadi bencana (JJR)
Rasa ingin tahu Mencari informasi mengenai konversi lahan di lingkungan setempat dari sumber lain yang relevan (RIT)
Memprediksi dinamika perubahan litosfer dan dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi Rasa ingin tahu Mencari gambar dari sumber lain yang relevan mengenai batas-batas wilayah pesisir dan pantai (RIT)
Jujur Menginventarisasi lagu-lagu nasional yang bertemakan tentang laut (SK)
SEJARAH Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang. Menganalisis hubungan antara perkembangan paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan Semangat kebangsaan Setia menghadiri setiap upacara bendera pada setiap hari kemerdekaaan/kebangsaan di sekolah.
Menganalisis sejarah dunia yang mempengaruhi sejarah Bangsa Indonesia dari abad ke-18 sampai dengan abad ke-20. Membedakan pengaruh Revolusi Prancis, Revolusi Amerika, dan Revolusi Rusia terhadap perkembangan pergerakan nasional Indonesia. Semangat kebangsaan Mengemukakan pendapat/saran positi untuk menyelesaikan suatu masalah nasional (berkenaan dengan konflik sosial, ekonomi, politik) di sekolah maupun di rumah
Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia dari Negara tradisional, kolonial, pergerakan kebangsaan, hingga terbentuknya negara kebangsaan sampai Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Menganalisis terbentuknya negara Kebangsaan Indonesia Cinta tanah air Khidmat mengikuti upacara kenaikan bendera merah putih disertai lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Menganalisis peradaban Indonesia dan dunia Menganalisis kehidupan awal masyarakat Indonesia Menghargai prestasi Mengagumi teknologi yang telah dihasilkan oleh masyarakat awal bangsa Indonesia
Mengidentifikasi peradaban awal masyarakat di dunia yang berpengaruh terhadap peradaban Indonesia Menghargai prestasi Mempelajari dan mengagumi berbagai peninggalan budaya & peradaban dalam perjalanan panjang sejarah Indonesia atau dunia.
Menganalisis asal-usul dan persebaran manusia di kepulauan Indonesia Menghargai prestasi Mempelajari dan mengagumi keberanian manusia yang menjadi leluhur bangsa Indonesia untuk berlayar dengan perlengkapan yang sangat terbatas
Menganalisis perjalanan bangsa Indonesia pada masa negara-negara tradisional. Menganalisis proses interaksi antara tradisi lokal, Hindu-Buddha, danIslam di Indonesia. Bersahabat/ komunikatif Bersikap ramah dan berteman baik dengan teman-teman sekelas dari berbagai daerah tanpa membedakan etnis, agama, budaya, golongan, asal-usul sosial.
Menganalisis perkembangan bangsa Indonesia sejak masuknya pengaruh Barat sampai dengan pendudukan Jepang Menganalisis hubungan antara perkembanga paham-paham baru dan transformasi sosial dengan kesadaran dan pergerakan kebangsaan. Bersahabat/komunikatif Menunjukkan sikap bersedia membantu teman-teman kelas/sekolah yang sedang menghadapi kesulitan semampunya
SOSIOLOGI Memahami prilaku keteraturan hidup sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku masyarakat Menjelaskan fungsi Sosiologi sebagai ilmu yang mengkaji hubungan masyarakat dan lingkungan Bersahabat/Komunikatif Bergaul dengan teman-teman sekelasnya
Cinta Damai Menjauhi sikap bermusuhan dengan teman sekelasnya
Peduli Sosial Menunjukkan rasa simpati pada teman sekelasnya
SenangMembaca membuat ringkasan isi buku dari hasil bacaan yang  berkaitan dengan kajian sosiologi
Rasa ingin tahu Menanyakan sesuatu yang tidak jelas/tahu yang berhubungan dengan kajian sosiologi
Menerapkan nilai dan norma dalam proses pengembangan kepribadian Menjelaskan sosialisasi sebagai proses dalam pembentukan kepribadian Semangat Kebangsaan Bekerjasama dengan teman sekelas dan sekolahnya yang berbeda agama/suku/budaya/st atus sosial dalam rangka bersosialisasi untuk membentuk kepribadian bangsa
Mendeskripsikan terjadinya perilaku menyimpang  an sikap-sikap anti sosial Kerja keras Berani menolak ajakan yang dapat mengarah pada prilaku menyimpang dan sikap-sikap anti sosial
Disiplin Menjaga prilaku dan perbuatan positif sesuai dengan aturan sekolah agar tidak terjerumus pada perilaku menyimpang dan sikap-sikap antisosial
Menerapkan aturan sosial dalam kehidupan bermasyarakat Disiplin Menghindari prilaku negative yang dapat mengarah pada prilaku menyimpang
Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab Mendeskripsikan bentuk-bentuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan Toleransi Menjalin hubungan pertemanan dengan teman-teman sekolahnya yang berasal dari struktur sosial yang berbeda
Bersahabat/komunikatif Melakukan pertemanan dengan seluruh sivitas sekolah tanpa melihat kedudukan dan jabatannya
Peduli Sosial Membantu teman-teman sekelasnya yang membutuhkan pertlngan/bantuan tanpa melihat kedudukan dan jabatannya
Menganalisis faktor penyebab konflik sosial dalam masyarakat Bersahabat/komunikatif Menjalin persahabatan dengan teman-teman sekelas dan sekolahnya untuk menghindari konflik sosial
Semangat kebangsaan Mengemukakan pendapat/saran positif untuk menyelesaikan konflik sosial yang terjadi di negaranya
EKONOMI Memahami permasalahan ekonomi dulu kaitannya dengan manusia, kelangkaan dan sistem ekonomi Mengidentifikasi kebutuhan manusia Jujur Menyebutkan dengan jujur kebutuhan hidupnya sehari-hari yang masih belum terpenuhi
Cermat Mengelompokkan secara mendetail kebutuhan hidup keluarganya dengan teliti
Peduli Sosial Memberikan solusi untuk penyelesaian masalah yang dihadapi masyarakat miskin.
Mendeskripsikan berbagai sumber ekonomi yang langka & kebutuhan manusia yang tidak terbatas Kreatif Mengungkapkan gagasan baru terhadap penanggulangi masalah ekonomi akibat kelangkaan sumber daya alam (bahan bakar).
Peduli Sosial Merancang satu kegiatan dengan memanfaatkan berbagai potensi ekonomi untuk menanggulangi masalah kebutuhan hidup masyarakatat.
Memahami konsep ekonomi dlm kaitannya dg kegiatan ekonomikonsumen dan produsen Mendeskripsikan pola perilaku knsumen dan prdusen dalam kegiatan ekonomi Mandiri Mengidentifikasi sendiri berbagai perilaku konsumen dalam kegiatan ekonomi sehari-hari
Jujur Menunjukkan hasil pengamatan apa adanya tentang perilaku knsumen dalam kegiatan ekonomi saat ini.
Cinta Tanah Air Mengemukakan pendapat tentang pengembangan produksi barang-barang dalam negeri di masa yang akan datang.
Mendeskripsikan peran konsumen dan produsen Mandiri Menuliskan sendiri sejumlah peran konsumen dan produsen dalam membangun perekonomian masyarakat Indonesia.
Rasa ingin tahu. Menunjukkan hasil pengamatan yang mendalam tentang perilaku prdusen dan dampaknya terhadap perilaku ekonomi masyarakat Indonesia.
Memahami konsep ekonomi dalam kaitannya dengan permintaan, penawaran, harga keseimbangan dan pasar. Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran Kerja Keras Mengumpulkan dan mempertunjukkan sebanyak-banyaknya informasi tentang faktor yang mempengaruhi jumlah permintaan dan penawaran barang.
Rasa ingintahu Melakukan penelaahandengan benar kaitan antara permintaan dan penawaran.
Demokratis Mendapatkan kesempatan secara bergiliran persoalan yang ada dan mempengaruhi permintaan dan penawaran barang.
Menjelaskan hukum permintaan dan penawaran serta asumsi yang mendasarinya. Teliti Menguraikan dengan cermat, penjabaran hukum permintaan dan penawaran dalam perilaku ekonomi sehari-hari berdasarkan hasil analisis kelompok.
Menghargai Prestasi Memberi perhatian yang sungguh sungguh serta respon positif atas prestasi dan kelompok lain yang dapat menunjukkan dengan benar contoh-contoh kaitan hukum permintaan dan penawaran.

Program tersebut hanya dapat terwujud jika diimbangi dengan keteladanan dan komitmen dari semua pemangku kepentingan pendidikan. Tanpa aksi nyata, program tersebut hanya akan terjebak ke dalam slogan dan retorika belaka. Selamat berkarya untuk bangsa! ***
Sumber: Integrasi Pendidikan Karakter ke dalam Materi dan Proses Pembelajaran (Bagian II) | MGMP Bahasa Indonesia SMP http://mgmpbismpkendal.co.cc/2010/10/11/integrasi-pendidikan-karakter-ke-dalam-materi-dan-proses-pembelajaran-bagian-ii/#ixzz1Q1048QYa
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial Share Alike

Baca lebih lanjut